Tags

Aku tidak pernah sekali pun meminta pada Allah untuk dikirimkan seorang pangeran dari sebuah kerajaan, atau seseorang dengan kedudukan tinggi dengan harta yang berlimpah, juga bukan seseorang yang tampan dengan wajah rupawan (Tapi cukup seseorang yang persis seperti Donghae Oppa, LOL forget it), Aku hanya berharap untuk dipertemukan dengan seseorang yang membuatku semakin mencintai Allah, seseorang yang terbaik yang memang ditakdirkan untuk menjadi jodohku.

So, Apakah aku yang bodoh atau memang benar kata Dongsaeng-ku kalau aku terlalu jual murah? Seandainya saja tidak ada perasaan seperti ini dalam hatiku, mungkin aku tidak akan peduli padamu. Karena perasaan ini, aku pun jadi benci pada diriku sendiri yang terlambat menyadari semuanya. 

Aku hanya bingung, kenapa harus selalu dirimu yang menjadi jawaban dari doa-doa yang aku panjatkan. Kenapa selalu harus kau yang hadir di detik pertama setelah doa itu tersampaikan. Kurasa aku masih dalam penyangkalan bahwa sebenarnya aku fdkfjdkfj padamu. Satu kata yang sungguh sulit untuk ku ucapkan lisan, apalagi ku ungkapkan.

Aku pun kembali meminta petunjuk serta bimbingan agar tidak salah arah dan terlepas dari permasalahan hati ini. Lalu teringatlah aku, bahwa di sana di dalam hatimu masih ada orang lain yang kau harapkan tuk kembali lagi ke sisimu. Lihat!! Betapa bodoh dan konyolnya aku yang sudah tahu jawaban sebenarnya, tapi masih saja bisa tersenyum gembira saat kau memujiku. Aku seperti terbang dan jatuh di waktu yang sama.

Well,

Aku harus kembali ke kehidupan dimana seharusnya aku berada, dan melepaskan bayang-bayang dirimu yang terus saja keluar masuk pikiranku. Andai saja di dalam kepalaku ada tombol DELETE, aku pasti sudah menggunakannya untuk memindahkanmu ke recycle bin lalu memusnahkan semua ingatanku tentang dirimu. Andai saja ada penghapus untuk menghapus namamu di hatiku, aku pasti akan membeli agar aku terbebas dari penderitaan yang menyiksa batin ini.